Rockestra
ERWIN GUTAWA "ROCKESTRA" LONDON SYMPHONY ORCHESTRA AHMAD ALBAR | ANDY "/RIF" | ARMAND MAULANA KIKAN | NICKY ASTRIA | PINKAN | ROY "BOOMERANG" RYO DOMARA | YOPIE "MATA" ROCK yang ekspresif dan Orkestra yang megah serta kolosal menjadi KONSEP utama dalam album ERWIN GUTAWA ROCKESTRA. Sebuah konsep -yang bisa dibilang- unik dan untuk pertama kalinya hadir di Indonesia, sebuah sinergi yang membentuk rock epik yang symphonic sekaligus membuktikan keampuhan instrumentasi orkestra ketika beradaptasi di dalam musik rock. Penafsiran dan interpretasi Erwin Gutawa terhadap Rockestra melahirkan kemasan yang berbeda-beda di setiap lagu di album ini. Materi rock diekspresikan secara berlainan, melalui variasi jenis alat musik yang dilibatkan di dalam setiap lagunya serta kuantitas/banyaknya alat musik yang dimainkan di setiap lagu. Proses produksi selama 10 bulan menjelajah hingga 4 benua, tracking di studio Aluna dan Antasari di Indonesia, pengisian orkestra di salah satu studio terbesar di dunia yaitu Abbey road studio London(tempat rekaman The Beatles dan artis serta musisi kelas dunia), mixing di 301 studio Sydney, dan mastering di Sterling Sound studio, New York, USA. Ini adalah usaha maksimal untuk mendapatkan hasil optimal dalam mengejar standar produksi setara dengan produksi rekaman Internsional. Yang menjadi kebanggan dari album ini adalah keterlibatan London Symphony Orchestra, salah satu orkestra terbaik di dunia, yang mengisi orkestrasi dalam pembuatan film-film besar seperti Harry Potter, keenam film Star Wars, Lord of The Rings, Indiana Jones dan sebagainya, juga dalam rekaman album musisi kelas dunia seperti Deep Purple. Di album ini dilibatkan 7 vokalis papan atas dari negeri ini, penyanyi-penyanyi rock lagenda yang kharismatik; Ahmad Albar dan Nicky Astria, ada penampilan mengejutkan yang ditunjukkan oleh Pinkan yang selama ini terkenal sebagai penyanyi pop ternyata bisa tampil ngerock! Dan juga sudah menjadi suatu keharusan untuk mengikutsertakan penyanyi-penyanyi rock dan pop rock yang tengah eksis saat ini; Armand Maulana, Andy /rif, Roy Boomerang dan Kikan. Selain itu dengan bangga memperkenalkan bakat-bakat baru dari hasil audisi; Ryo Domara dan Yopie mata. Musisi-musisi berbakat ikut memberikan energi positifnya demi album Rockestra ini, diantaranya adalah Pay BIP, Andra Ramadhan, Edi Kemput, Hendri Lamiri, Andi Ayunir dan Wawan. Seluruhnya menyumbangkan talentanya dalam 13 buah lagu dalam riuhnya album Rockestra ini. Materi lagu rock era 70 (Malaria, Hilangnya Seorang Gadis, Jenuh, Kemarau), era 80 (Kehidupan), era 90 (Rock Bergema, Kuingin, Jangan Ada Angkara) yang dipilih adalah lagu-lagu yang memiliki lirik dengan makna yang luas mengenai kehidupan sosial serta kepedulian terhadap lingkungan. Dan juga materi lagu dari era 2000 (Kasih Tak Sampai, Bendera) dan ditambah dua buah lagu baru (Perang Dengan Hati, Sesal) Mastermind dibalik album ini tak lain adalah musisi/arranger terbaik yang dimiliki negeri ini, Erwin Gutawa yang juga bertindak sendiri sebagai produser album ROCKESTRA ini. Kemampuan Erwin Gutawa sudah sangat banyak membukukan prestasi yang mengagumkan baik di dalam maupun di luar negeri seperti antara lain sukses meraih penghargaan sebagai arranger terbaik Midnight sun song festival di Finlandia,meraih Double Platinum Award, Produser Rekaman Terbaik (AMI 2005), Penata Musik Terbaik (AMI 2005) dan (Karya Produksi) Kolaborasi Artis Solo/Duo/Grup & Produser Terbaik untuk album garapannya bertajuk Erwin Gutawa Salute To Koes Bersaudara / Plus (2004) dan sebagainya. Dalam merealisasikan idealisme ini, Erwin didukung sepenuhnya oleh SONY BMG MUSIC ENTERTAINMENT INDONESIA untuk mengawinkan instrumentasi musik rock dengan instrumentasi orkestra di dalam album ROCKESTRA. Lagu-Lagu dalam ERWIN GUTAWA ROCKESTRA 1. Overture Melodi lagu Menjilat Matahari (Yockie S Prayogo), Rock Di Udara (Donny Fattah/Ahmad Albar), Balada Sejuta Wajah (Ian Antono/Theodore KS), Huma Diatas Bukit (Donny Fattah/ Sjuman Djaya) dari grup band GODBLESS menjadi inspirasi Erwin Gutawa dalam membuat rangkaian lagu dalam overture pembuka dari album ini, selain juga dipersembahkan untuk menghormati GOD BLESS sebagai Pondasi Rock di Indonesia. 2. Kehidupan Apa jadinya jika pentolan dua grup band rock raksasa yang dimiliki negeri ini dipertemukan dalam satu lagu lagendaris milik sebuah band lagenda rock Indonesia? Kisah ini dapat disimak dilagu Kehidupan yang diambil dari album˜collectors items Godbless Semut Hitam (1988). Lagu ini dibawakan secara duet oleh Andy /rif dan Roy Boomerang. Kesan dark dan epic sangat terasa pada lagu ini. 3. Hilangnya Seorang Gadis Pembukaan lagu yang dramatis dengan string dan vokal sopran Gita Gutawa sebagai latarnya. Lagu lama ini syairnya ditulis oleh J. Sarwono dan dibawakan oleh vokalis hasil audisi Erwin, Ryo Domara, hasilnya menjadi sinergi dulu-kini yang kokoh. Lagu ini muasalnya ditarik suarakan oleh Deddy Dores dengan iringan band bentukannya Freedom of Rhapsodia (1969-1972). 4. Rock Bergema Tak dibayangkan sebelumnya jika lagu milik ROXX ini bisa hadir dengan imbuhan orkestra. Lagu wajib anak metal era 90 an ini dibawakan secara lantang oleh Yopie mata. Erwin memang benar-benar memenuhi hajatnya untuk mengapresiasikan khazanah rock yang dimiliki negeri ini lewat imajinasinya. Pay BIP yang tampil solo gitar di lagu ini pun mengakui imajinasi Erwin cukup berhasil dalam menghadirkan string yang notabene nge-pop menjadi string yang marah-marah dan cadas! 5. Malaria Kharisma Kikan coklat dalam membawakan lagu-lagu rock ballad tak terbantahkan lagi dengan hadirnya ia di lagu ini. Malaria ditulis oleh Harry Roesli ketika masih tergabung dalam Harry Roesli and His Gank (1971). Lagu ini menghadirkan Edi Kemput pada gitar dan Uci pada vokal latar. 6. Perang Dengan Hati Adalah satu lagu baru dari dua lagu baru yang dihadirkan di album Rockestra. Lagu yang liriknya digarap oleh Erwin Gutawa dan Harry Budiman menampilkan nafas rock generasi baru, Ryo Domara. Ryo menunjukkan powernya dalam menyanyikan lagu ini sebagai jeritan hati ditambah lagi orkestrasi string Sydney Session Strings yang menyayat menggali makna terdalam dari lirik kegundahan yang ingin disampaikan lagu ini. ”Terlarang aku mencarinya lagi / Tapi dia mimpi indahku” 7. Jenuh Lagu ini diambil dari kompilasi album bertajuk Pagelaran Karya Cipta Guruh Sukarno Putra I (1979). Lirik lagu milik GSP yang memadukan fenomena lingkungan dengan fenomena manusia menjadi daya tarik tersendiri yang membuat Erwin Gutawa ingin mengangkatnya lewat album Rockestra. Belum lagi vokal Pinkan yang mengejutkan tampil begitu memesona di lagu ini. Solo violin di lagu ini dimainkan oleh Henry Lamiri. 8. Kasih Tak Sampai Saat menulis lagu ini, Piyu sempat membayangkan lagu “Kasih Tak Sampai†dibawakan dalam satu orkestra penuh. Dan Erwin Gutawa bersama London Symphony Orchestra mewujudkan impian itu untuk menghadirkan lagu Kasih Tak Sampai dalam sebuah ensamble sepanjang dua menit sembilan belas detik. 9. Kuingin Sebuah lagu milik GIGI dari era ‘90an yang kini dibawakan oleh rocker wanita Nicky Astria dan menampilkan Andra Ramadhan pada solo gitar. Sebuah de javu dari rock 90an yang hadir dalam versi orkestrasi modern London Symphony Orchestra. 10. Sesal Lagu ini ditulis oleh Budi Rahardjo dan Affan Syafi’i yang juga menjadi lagu baru berikutnya dari album Rockestra. Dibawakan oleh Yopie mata, kritikus musik sempat mengomentari vokal Yopie yang dinilai punya potensi masa depan yang cerah ketika Yopie masih mengikuti audisi Dreamband. 11. Kemarau Perpaduan musik futuristik dengan rock 80’an yang mantap. Lagu dari band The Rollies liriknya ditulis oleh Oetje F. Tekol yang juga merupakan bassis dari The Rollies. Kesan futuristik terasa dari sajian Synthsizer dan Loop dari Andy Ayunir dan rock yang makin tebal lewat vokal Armand Maulana. Lagu ini menghadirkan Wawan pada Cello. 12. Jangan Ada Angkara Ahmad Albar, living legend rock Indonesia, menyanyikan lagu yang ditulis oleh Younky Soewarno dan Maryati. Lagu dari album Nicky Astria, Jangan Ada Angkara (1999), ini hadir mengalir dalam balutan orkestrasi London Symphony Orchestra dan mencapai klimaksnya dengan iringan vokal latar dari Impomptu Choir yang membahana. 13. Bendera Penebal rasa patriotisme dalam rock Indonesia, lagu karya Eross Chandra yang dipopulerkan oleh Cokelat dihadirkan lewat ensemble London Symphony Orchestra. Lagu ini menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah musik di tanah air dan semoga dengan intepretasi megah ini, rock Indonesia dapat terus berdiri gagah di bumi Nusantara. BIODATA ERWIN GUTAWA
Erwin Gutawa lahir di Jakarta tgl 16 Mei 1962, ia adalah sosok yang terus menaiki jenjang kariernya sebagai seorang musisi. Mulai dari perannya sebagai seorang pemain bass, composer, arranger, kemudian menjadi orkestrator dan conductor. Tidak puas sampai disitu ia terus menggali kemampuan sampai menjadi seorang produser dan konseptor beberapa album penyanyi dan konser-konser besar di Indonesia. Konser-konser besarnya sangat dinantikan oleh penggemar musik di Indonesia, sebut saja Konser Chrisye ‘Sendiri’ 1994, ‘Badai Pasti Berlalu’ 2000,’Dekade’ 2003 ; Konser ‘Rockestra’ 2000 ; Konser Krisdayanti, ’KD’ 2001, ‘KD 1530’ 2005 ; Konser Erwin Gutawa, Konser ‘EG’ 2002, konser ‘Salute to Koesplus /Bersaudara’ 2005 ; Konser Ruth Shanaya’ 2005; Konser ‘3 Diva’ 2006, semuanya berlangsung dengan sangat sukses. Perjalanan panjangnya membuat ia menjadi matang dalam pengalaman. Berbagai penghargaan diterima sebagai hasil dari semua kerja kerasnya. Ia juga terpilih sebagai arranger terbaik di dalam dan luar negeri, seperti terpilihnya ia sebagai Penata Musik (Arranger) Terbaik "Midnight Sun Song Festival" Finlandia (1992). Banyak sekali bekerja sama dan sukses menjadi produser single maupun album artis- artis besar di Indonesia, dan yang menjadi kabar terakhir darinya, adalah kerjasamanya dengan artis besar seperti Iwan Fals, KD, Titi Dj, Ruth Sahanaya (3 diva), Agnes Monica, Ari Lasso. Bahkan kemudian ia dipercaya menangani konser kebanggaan artis besar negara jiran Malaysia Siti Nurhaliza untuk menjadi music director dan conductor London Symphony Orchestra di Royal Albert Hall, London. SEBAGAI PRODUSER KONSER MUSIK -
Konser 3 DIVA (JCC, Februari 2006) -
Ruth Sahanaya Live in Concert ( JCC, 15 September 2005 ) -
Konser Erwin Gutawa Salute to Koesplus/Bersaudara ( JCC, 9 Agustus 2005 ) -
Konser Siti Nurhaliza Royal Albert Hall London (London, April 2005) -
KD 1530 ( JCC, 24 Maret 2005 ) -
Konser Siti Nurhaliza ( Istora, 2004) -
Dekade Konser ( JCC,2003 ) -
EG Konser ( JCC,2002 ) -
Krisdayanti Konser ( JCC,2001 ) -
Rockestra’2000 ( JCC,2000 ) -
Chrisye Konser"Badai Pasti Berlalu" ( JCC, 2000 ) -
Chrisye Konser "Sendiri" ( JCC,1994 ) -
Ruth Sahanaya "Crystal Special" Live Show ( TIM, Jakarta, 1983) -
Harvey Malaihollo "Golden Concert" ( News Café, Jakarta, 1992 ) -
Konser Ruth Sahanaya from Finland to News Café ( News Café, Jakarta, 1992 ) SEBAGAI PRODUSER MUSIK, ARRANGER (SINGLE & ALBUM) ALBUM ERWIN GUTAWA Album : Erwin Gutawa Instrumentalia Album : Erwin Gutawa Salute to Koes Plus /Bersaudara (2004) Album : Erwin Gutawa Rockestra (2006) -
3 DIVA -
AGNES MONICA -
TITIEK PUSPA -
IWAN FALS -
ARI LASSO -
SITI NURHALIZA -
RUTH SAHANAYA -
TITI DJ -
KRISDAYANTI -
REZA -
CHRISYE -
EDO KONDOLOGIT -
KARIMATA -
SHEILA MAJID -
ATIEK CB -
BROERY MARANTIKA -
JANUARY CHRISTY P R E S T A S I -
Produser Rekaman Terbaik versi Anugerah Musik Indonesia ( AMI, 2005 ) untuk Bidang Penunjang Produksi album Erwin Gutawa Salute to Koesplus/Bersaudara. -
(Karya Produksi) Kolaborasi Artis Solo/Duo/Grup & Produser Terbaik versi Anugerah Musik Indonesia ( AMI, 2005 ) untuk Bidang Kolaborasi lagu "Andaikan Kau Datang" Erwin Gutawa feat. Ruth Sahanaya, album Erwin Gutawa Salute to Koesplus/Bersaudara. -
Artis Solo/Duo/Kolaborasi/Grup Terbaik versi Anugerah Musik Indonesia (AMI, 2005) untuk Bidang Rock lagu "Manis & Sayang" Erwin Gutawa feat Andy /rif album Erwin Gutawa Salute to Koesplus/Bersaudara. -
Penata Musik Terbaik versi Anugerah Musik Indonesia ( AMI, 2005 ) untuk Bidang Pop lagu "Andaikan Kau Datang" Erwin Gutawa feat Ruth Sahanaya. -
Produser Terbaik versi Anugerah Musik Indonesia (AMI, 2004) untuk kategori Umum Karya Produksi terbaik album KD Cahaya -
Album Pop Terbaik versi Anugerah Musik Indonesia (AMI, 2004) untuk kategori pop album KD Cahaya -
Penata Musik (Arranger)Terbaik versi Anugerah Musik Indonesia (AMI, 2004) untuk kategori pop kontemporer album Edo Kondologit -
Penata Musik (Arranger)Terbaik versi Anugerah Musik Indonesia (AMI, 2001) untuk kategori Umum lagu "Biar Menjadi Kenangan" Reza & Masaki Ueda (2001) -
Penata Musik (Arranger) Terbaik versi Majalah News Musik (2001) -
Penata Musik (Arranger)Terbaik versi Anugerah Musik Indonesia (AMI, 2001) untuk kategori Umum lagu "Biar Menjadi Kenangan" Reza & Masaki Ueda (2001) -
Penata Musik (Arranger) Terbaik versi Anugerah Musik Indonesia (AMI, 2001), kategori Instrumentalia, album Erwin Gutawa Instrumentalia pada lagu "Merpati Putih", Chrisye (2001). -
Penata Musik (Arranger) Terbaik versi Anugerah Musik Indonesia (AMI, 2000) untuk Album Badai Pasti Berlalu – Chrisye (2000) -
Penata Musik (Arranger) Terbaik Anugerah Musik Indonesia (AMI, 1997-1998), untuk lagu "Kala Cinta Menggoda" (1997-1998) & Produser Terbaik Anugerah Musik Indonesia (AMI) pada Album Chrisye’97 (Kala Cinta Menggoda, 1997-1998) -
Penata Musik (Arranger) Terbaik "Midnight Sun Song Festival" Finlandia (1992) -
Penata Musik (Arranger) Terbaik versi BASF (1989) CONTACT : EG Production Ged.Para, Jl. Emesde B5, Kemang selatan XII, Jakarta 12410-Indonesia Phone : 6221-75913110 Fax :6221-75913080 E-mail : egprod @indosat.net.id erwingutawa@yahoo.com Some Rockin' Quotes:  “Dalam album ROCKESTRA ini, karakter musik rock yang keras dan orkestra yang elegan disatukan, unsur Rock tetap menonjol dan unsur Orkestranya juga menonjol, keduanya menghasilkan suatu balance yang bagus.” Frans Sartono (Jurnalis Surat Kabar Harian KOMPAS) “Akhirnya ada juga pemusik yang mencoba mendokumentasikan dan mengorkestrasikan musik rock yang ada di Indonesia. Suatu usaha yang patut diberi acungan jempol. Dua acungan jempol untuk Erwin Gutawa !!” Denny Sakrie (Pengamat musik, Rock Archivist) “Erwin gutawa melakukan langkah-langkah yang Inovatif dan Revolusioner, sejatinya musik rock adalah terus melakukan perubahan-perubahan, dan pada akhirnya kerja yang berat ini menghasilkan aransemen yang kokoh dari Erwin Gutawa.” Jockie Soerjoprajogo (musisi dan komposer) “Ini suatu proyek yang serius dan idealis, dengan project rekaman 4 benua, tracking di Jakarta (Indonesia), Orchestra overdub di London (Inggris), Mixing di Sydney (Australia) dan Mastering di New York (Amerika). Ini amazing dan surprise untuk musik Indonesia, jangan ada lagi yang comment kalau kita ketinggalan, karena kita sudah setara.” Conrad Lamuri (Producer & Engineer) “Erwin membuktikan kalau string juga bisa marah-marah, bukan hanya gitar dan drum doank yang bisa marah-marah, Erwin itu salah satu favorite saya, dan hasil akhir album ini MANTAP !!” Pay BIP (Arranger, Producer) “Sebuah history bagi musik Indonesia .. di aransemen kembali di Abbey Road bersama orkestra tingkat dunia, London Symphony Orchestra,” Piyu (Gitaris Padi) “Lagu Hilangnya Seorang Gadis menjadi lagu wajib di playlist saya, saya suka musiknya, vokalnya, aransemennya dan lain-lain. Album ini wajib dimiliki dan didengar pecinta musik rock di Indonesia!” Adrie Subono (Pengusaha & Event Organizer) “It’s been a pleasure we’ve been working two days with Erwin. And one being extraordinary vivid orchastra landscape mixing guitar with orchestra. And I think the London Symphony Orchestra particullary enjoyed playing those loud and big pieces. You can see them smiling” (Dua hari terakhir bersama Erwin ini merupakan pekerjaan yang menyenangkan karena landskap dan orkestra yang sangat hidup memadukan gitar dan orkestra. Saya pikir London Symphony Orchestra pun menikmati memainkan komposisi yang besar dan keras ini. Saya dapat melihat para pemain tersenyum dan itu bagus) Jonathan Allen (Sound Engineer, Producer MAKSIM) “.. which is be my previllaged to conducting Erwin’s and the scores are special. He’s good arranger and also good orchestrator” (Kehormatan bagi saya untuk dapat mimimpin kondukter bersama Erwin Gutawa dan aransemennya sangat spesial. Dia adalah arranger yang bagus dan juga orkestrator yang hebat) David Snell (Conductor) |