Home | Artist | Track | Album | Top 10 | Search-Lyrics | Login | Contact | About 
Mp3/Video Searching

Erwin Gutawa - Erwin Gutawa - Salute To Koes Bersaudara Plus Album - Lyrics.co.id - text advertise for your site

Text Advertise


madcoder
bursa jual beli code program


ALBUM LIST



Peterpan
Ost. Alexandria


Ikke Nurjannah
Lebaran Bersama


Glenn Fredly
Private Collection


Padi
Padi (Album)


Speaker 1st
Whatever You Say

INFORMATION
19 May 2012
Total Lyrics - 118,213
Total Artists - 10,373
Online - 1 Visitor

Bookmark

Tell a Friend

EMBED CODE

Donate | Advertise

Search Lyrics
You will not upload, or otherwise distribute onto www.lyrics.co.id any racism, politic, pornography, and religious content. www.lyrics.co.id may remove User Submissions with ID and IP Ban for uploading such material in violation of racism, politic, pornography, and religious content at any time, without prior notice and at its sole discretion.
Erwin Gutawa - Salute To Koes Bersaudara Plus:

Artist:Erwin Gutawa
Album:Erwin Gutawa - Salute To Koes Bersaudara Plus
View:9106
 
 
 
 
 
 
 
 

Erwin Gutawa - Salute To Koes Bersaudara Plus

Siapa Erwin Gutawa? Erwin Gutawa (EG) adalah orang dibelakang layar. Sosoknya yang maya ternyata tidak lagi dapat bersembunyi, konsep pemikiran dan hasil karyanya begitu dominan dan sangat mencuri perhatian. Langkah-langkahnya spektakuler dan selalu menjadi pelopor. Dengan perjalanan karir berkesenian yang panjang sebagai musisi, komposer, arranger, orkestrator, conductor, dan produser album serta konser besar, telah mengantarkan Erwin Gutawa sebagai seorang yang memiliki pengalaman multi dimensi. Idealisme yang tinggi memberikan warna tersendiri bagi Erwin. Dengan gayanya yang unik dan khas, ia mampu mengemas sebuah lagu pop yang biasa menjadi karya yang berkelas melalui aransemen yang ia tulis. Chrisye, Krisdayanti, Sheila Madjid, Reza, Titi DJ, Ruth Sahanaya, January Christy, Sheila On 7, DEWA, SLANK, dan masih banyak lagi musisi yang pernah bersentuhan merasakan hangatnya berkolaborasi dengan Erwin Gutawa.

Sony Music Indonesia membaca dan mencermati hal ini. Kemampuan dan sosok EG dianggap sebagai asset yang sangat berharga dan perlu untuk diangkat dan didukung. Untuk itu Sony Music memberi wadah untuk menuangkan seluruh kreativitasnya melalui albumnya sendiri.

Erwin Gutawa - Salute To Koes Plus / Bersaudara Konsep album ini diawali oleh perasaan salut dan kekaguman EG pada Koes Plus dan Koes Bersaudara, sebuah grup band legendaris dengan masa pengabdian panjang dengan karya popular dan terbanyak dalam sejarah industri musik Indonesia. Tonny Koeswoyo (gitar), Yon Koeswoyo (vokal), Yok Koeswoyo (bass) dan kemudian ditambah Murry (drum) merupakan ikon yang tidak bisa begitu saja terlewatkan dalam sejarah perkembangan musik di Indonesia. Karya-karyanya sangat berpengaruh pada peta Industri musik di tanah air dan menjadi cikal bakal dari aliran –aliran musik yang ada saat ini.

Berbekal pada materi ini, terciptalah interpretasi EG terhadap musik Koes Plus – Bersaudara, yang kemudian diterjemahkan dalam format dan perspektif yang baru. Terdiri dari 19 track dengan berbagai jenis aliran musik, sinergi dari 17 penyanyi top, 177 musisi pendukung, serta 7 sound engineer. Sebuah kerjasama yang bukan hanya sekedar mengusung nama besar tetapi juga menempatkan dan mengeksplorasi karakter dari masing-masing penyanyi dan musisi yang terlibat, di dalam materi Koes Plus – Bersaudara. Album ini merupakan wujud apresiasi, persembahan dari generasi kini untuk Koes Plus – Bersaudara.

Begitu banyak materi indah yang ingin diungkapkan, karenanya, selain dipersembahkan kembali sebagai lagu yang utuh, disampaikan pula beberapa cuplikan dari melodi-melodi indah yang telah menyatu dengan sosoknya, seperti lagu Diana, Kolam Susu, Kisah Sedih Di Hari Minggu, Layang-Layang, juga seri Nusantara. Kesamaan tema maupun tempo, menimbulkan inspirasi EG untuk menyatukan 2 buah lagu menjadi satu lagu yang utuh, seperti Dunia dengan Mari-Mari dan Pagi Yang Indah dengan Telaga Sunyi. Rangkaian pot pourri karya-karya mereka juga dipersembahkan kembali didalam format orkestra yang indah dan elegan. Pemilihan lagu mempertimbangkan karakter penyanyi yang membawakan dan dianggap sebagai lagu-lagu yang abadi dan mampu menembus ruang dan waktu. Sebuah karya produksi dengan pemikiran yang dalam atas konsep dan kualitas musik, melahirkan suatu kemasan monumental yang sangat bernilai. Semoga album ini menjadi album persembahan sepanjang masa yang dapat dinikmati oleh semua generasi!

Track By Track 1. Overture: Koes Pot Pourri Terdiri dari lagu: Kembali Ke Jakarta, Rata-Rata, Mengapa, Nusantara, Hatiku Beku, Cintamu Tlah Berlalu, dan Kembali. Dipersembahkan dalam format orkestra dengan musisi orkestra dari “The Victorian Philharmonic Orchestra Australia.”

2. Bilakah Kau Pulang Lagu yang dirilis pada awal dekade ‘70-an ini memiliki kesamaan tipe dengan lagu (pop-rock) yang lahir di era 2000. Dibawakan oleh Audy yang dirasa tepat mewakili penyanyi generasi 2000. Dan teristimewa lagi, khusus di album ini Audy bermain bersama iringan sang ayah, Jopie Item.

3. Kisah Sedih Di Hari Minggu Lagu dari album Koes Plus Vol.2 adalah karya almarhum Tony Koeswoyo yang mewakili perasaan orang putus cinta. Aslinya dinyanyikan oleh penyanyi utamanya Yon Koeswoyo. Lagu yang paling popular dan banyak didaur ulang sehingga amat familiar bagi publik musik Indonesia. Bagian bait dari lagu ini dinyanyikan secara acapella oleh choir Impromptu (Anne, Benny, Harland, Lucy) dan penyanyi latar band pop (Ira, Uci, Gideon dan Gaby). Perpaduan apik ini menghasilkan atmosfer perpaduan klasik dan pop menghantarkan telinga menyusuri track berikutnya yang memiliki gaya epik dan grande tetapi tetap berkesan modern.

4. Manis & Sayang Lagu ini adalah lagu yang berada pada awal pembentukan Koes Plus setelah bubarnya Koes Bersaudara. “Manis & Sayang” dikemas dalam gaya epik yang ‘menggemuruh’ dan grande. Dibagian coda dimasukkan coda lagu “Derita”. Harmonisasi dan elemen pengisi di lagu ini adalah yang terlengkap, ditandai dengan hadirnya seluruh format yaitu; rhytm rock band, orkestra dan paduan suara. Suasana rock dibangun oleh 2 gitaris, Eet Syahrani (Edane) dan Edi Kemput serta vokal Andy /rif. Disisi lain suasana grande tercipta oleh paduan suara dan piano klasik dari Aminoto Kosin. Lagu ini menjadi single pertama dari album “Erwin Gutawa Salute To Koes Bersaudara Plus”.

5. Jemu “Jemu” adalah lagu paling popular dari seri album Hard Beat Koes Plus. Lagu ini bercerita tentang ungkapan kejenuhan terhadap rutinitas hidup. Lagu yang berenergi ini di produksi ulang dalam warna techno-funk yang dinamis, disuarakan oleh Armand Maulana.

6. Andaikan Kau Datang Lagu ini amat dikenal oleh penggemar setia Koes Plus. Yang menarik di album ini, lagu ini meminjam cuplikan reff lagu Koes Plus lain yang sejenis, “Tangis Di Hatiku” sebagai interlude dan coda, sehingga lebih menguatkan suasana liris. Dibawakan dengan teknik vokal matang dari Ruth Sahanaya yang teruji di festival, dieksplorasi dengan akuistik piano dari Andi Rianto dan orkestrasi dari The Australian Concert Orchestra.

7. Jangan Berulang Lagi Lagu ini tak selazim lagu-lagu Koes Plus umumnya, terkesan ‘mendahului’ selera publik masa itu, selain lebih melodius, pada awal hadirnya, lagu yang diambil dari album Koes Plus Vol. 4 hadir dengan komposisi 3 pattern (bait-bridge-reff) mendobrak kebiasaan lagu-lagu pada era ‘70-an yang hadir hanya dengan 2 pattern (bait-reff). Kali ini lagu itu dihadirkan dengan memadukan 3 kekuatan band papan atas Indonesia yaitu Sheila On 7 (Eross-gitar), BIP (Jaka-drum) dan ADA band (Dika-bass). Dibawakan oleh vokal Fadli Padi menciptakan suatu kolaborasi musikal dalam balutan pop-rock.

8. Kolam Susu Lahirnya ide lagu ini, saat Yok sedang memancing di Kepulauan Seribu, beberapa pengamat musik menyebut lagu “Kolam Susu” sebagai sebuah lagu dengan lirik istimewa. Pada album ini dipersembahkan dalam format solo bass oleh Indro.

9. Bunga Di Tepi Jalan Lagu yang merupakan kisah sejati Yon Koeswoyo ini sederhana dan tidak bereffrain. Aslinya dibawakan Yon dengan tempo lebih cepat. Dibawakan kembali dengan vokal Duta Sheila On 7 dalam suasana country yang terbangun oleh electronic nylon guitar dari Denny TR (Karimata), pedal guitar dari Ed Bates (Melbourne, Australia) serta clarinet dari Eugene.

10. Layang-layang Seperti umumnya karya Koeswoyo Senior, versi aslinya memercikan aroma langgam jawa. Sebuah lagu pendek dengan melodi yang sederhana dan lirik yang tak pernah terungkap latar belakangnya namun melejit di jamannya. Dalam album ini dibawakan solo cello oleh Wawan.

11. Why Do You Love Me Merupakan lagu yang menjadi katalis dari dirilisnya album yang seluruh lagunya berlirik bahasa Inggris. Lagu ini merupakan satu-satunya karya Yok yang tidak dinyanyikan olehnya sendiri. Di album ini, lagu “Why Do You Love Me” diaransemen dengan format orkestra penuh dari The Australian Concert Orchestra dengan tarik suara dari jebolan festival Asia Bagus, Rio Febrian.

12. Mari Berjoget Lahirnya album seri pop melayu ini dilatar-belakangi mulai merebaknya lagu-lagu dangdut yang kala itu masih disebut lagu melayu. Album-album melayu karya Koes Plus ini nyatanya memang mampu menjaga eksistensi Koes Plus di peta musik Indonesia. Lagu ini diaransemen dalam warna world music. Bunyi sitar Dewa Budjana dalam alunan violin Henri Lamiri menghasilkan atmosfer “2-warna” etnik dan modern. Ditambah lagi dengan vokal Kikan Cokelat membuat lagu ini semakin terkesan genit.

13. Diana “Diana” adalah salah satu lagu yang memiliki melodi dan lirik yang jenaka, menjadi hits pada lagu-lagu yang terdapat dalam album Koes Plus Vol. 8. Dalam album ini, Hypersax menampilkan bagian refrain lagu secara instrumentalia.

14. O La La Naturalis sangat ditonjolkan dalam lagu “O La La” di album ini. Dibawakan oleh penyanyi Jazz Syaharani dan diiringin pemusik jazz yang eksis saat ini seperti Indra Lesmana, Oele Pattiselano, Mates dan Cendi Luntungan menghadirkan sebuah warna musik swing jazz yang kental. Produksi lagu ini-pun dijalani dengan proses rekaman live.

15. Pagi Yang Indah dan Telaga Sunyi Kedua lagu ini bisa dibilang sebagai “Master Piece” Tonny K di era Koes Bersaudara. Lagu Tony memiliki kekuatan di lirik lagu dan keragaman tema lirik. Dibawakan dalam balutan pop-new-age oleh penyanyi baru yang memiliki keunikan pada warna vokal, Fitriana. Aransemen lagu ini mengangkat nuansa ‘dua warna’ (Etnik & modern).

16. Dunia & Mari-mari Aslinya “Dunia” dan “Mari-mari” berirama dangdut dan menjadi jagoan di album pop melayu. Dinyanyikan dan diciptakan oleh Murry. Kedua lagu ini digabungkan dalam satu lagu utuh dan saling mengisi. Warna R&B kental terasa oleh tarikan suara Glenn Fredly ditambah dengan sentuhan scracth DJ dan rapper. Aroma dangdut disampaikan saat suara suling memainkan melodi lagu “Mari-mari”

17. Nusantara III Koes Plus diakui sebagai pendahulu dalam penciptaan lagu pop bertema pemujaan terhadap tanah air. Serial “Nusantara” ini berjumlah delapan lagu. Dalam album ini, lagu “Nusantara II” dibawakan secara acapella oleh Jamaica Cafe, dengan sisipan bebunyian dari alat musik tradisional.

18. Kapan-kapan Dibawakan sebagai klimaks dari album ini oleh seluruh penyanyi yang terlibat dalam penggarapan album “Erwin Gutawa Salute To Koes Plus Bersaudara”, termasuk juga penyanyi Warna, serta Rieka dan Reza The Groove. Sampai saat ini “Kapan-kapan” masih terdengar sebagai lagu wajib penutupan acara-acara pertemuan.

19. Derita Lagu “Derita” ditulis oleh Tony Koeswoyo, tampil sebagai penutup di album ini dengan orkestrasi penuh.

(Triawan KH dan dari berbagai sumber)



Album Erwin Gutawa - Salute To Koes Bersaudara Plus Track Listing :
1. Overture: Koes Pot Pourri
2. Bilakah Kau Pulang - Audy
3. Kisah Sedih Di Hari Minggu - Impromptu
4. Manis & Sayang - Andy /rif
5. Jemu - Armand Maulana
6. Andaikan Kau Datang - Ruth Sahanaya
7. Jangan Berulang Lagi (cuplikan)
8. Kolam Susu - Indro (solo bass)
9. Bunga Di Tepi Jalan - Duta So
10. Layang-Layang (cuplikan)
11. Why Do You Love Me - Rio Febrian
12. Mari Berjoget - Kikan Cokelat
13. Diana - Hypersax (instrumentalia)
14. O La La - Syahranie
15. Pagi Yang Indah dan Telaga Sunyi - Fitriana
16. Dunia dan Mari Mari - Glenn Fredly
17. Nusantara III - Jamaica Cafe
18. Kapan-Kapan - All Artist
19. Derita


Copyright © Lyrics.co.id - All album artwork and lyrics are property of their respective authors, artists and labels.
Internet Cepat - Maxindo - Hosting Indonesia - Laptop Murah