Time To Rock
Eksis dari tahun
’90-an, EDANE di tahun 2005 ini
kembali menunjukkan taringnya lewat raungan distorsi gitar dan vokal yang
meledak-ledak serta hentakan dram menggreget dalam sebuah album bertitel TIME
TO ROCK. Akar “Heavy Metal”
yang memang telah melekat dalam tubuh EDANE kembali digulirkan di dua belas lagu
yang punya sosok modern. Kehadiran Robby
di sisi vokal pun semakin menambah ganasnya penampilan EDANE dalam album ini.
Single Rock
In ’82 contohnya. Single ini menjadi sapaan bagi para EdaneFreak untuk
bernostalgia dengan musik EDANE. Pencampuran citra rock ’80 dan modern menjadi
santapan istimewa yang menggambarkan fase-fase yang telah ditempuh EDANE. Keras
dan ber”nada”. Belum lagi single Ini
Aku yang ingin menunjukkan sekali lagi eksistensi EDANE ditengah hiruk
pikuknya industri musik rock tanah air dewasa ini.
Materi-materi untuk
menggarap album ini dikumpulkan dari sahabat-sahabat nongkrong bareng. Contohnya
di lagu Kilat yang musik dan liriknya
digarap bareng oleh Eet dengan sepupunya, Oong. Sahabat yang lain seperti Hendra
dan Awank ikut membantu menggarap lagu Sampai Kapan.
Sound old-skool
diset agar keluarnya tetap oke walaupun simple dan sederhana, Lirik berbahasa
Inggris pun bukan hanya sebagai sempalan semata, EDANE memandang bahwa musik
rock yang mereka bawakan, memang harus dibawakan dengan bahasa asli asal musik
tersebut. Namun mereka tetap brilian dengan memadukan dua bahasa,
Indonesia
dan Inggris, dalam Judgement Day dan
Time & Time.
Vokal Robbie
telah ditempa dalam kawah candradimuka saat menggarap single Cry
Out yang masuk di soundtrack SPIDER-MAN 2. Ia pun tak menemukan kesulitan
membawakan lagu-lagu EDANE di album ini. Vokal Robby dinilai telah memenuhi
standar vokal EDANE. Lagu Cry Out
sendiri kembali masuk dalam album TIME TO ROCK ini.
Power Fajar
penggebuk beduk Inggris EDANE masih tetap bertenaga, sama seperti saat awal
EDANE memulai debutnya. Begitupun performa Iwan
mencabik bass menunjukkan kelasnya di area rock yang EDANE mainkan. “Saat
ini EDANE hanya ingin meneruskan apa yang telah dicapai, kami hanya ingin
menunjukkan EDANE tetap ada,“ papar Eet
Sjahranie, gitaris sekaligus motor EDANE.
Sambutlah kembalinya
EDANE. Melodi vokal yang lebih simple, unsur blues diminimalis demi mengentalkan
sisi hard-rock telah meyakinkan langkah EDANE untuk mendapatkan hati
pendengarnya lebih luas. Oke dude, lets bangs your heads on, it’s TIME
TO ROCK !!!
|