Urbanoustic
Dimotori oleh Roy Jeconiah (Vokal), John Paul Ivan (Gitar),
Hubert Henry (Bass) dan Farid Martin (Drum) band rock asal
Surabaya yang tetap kokoh di jalur Hard Rock sejak terbentuknya ditahun 1994,
kini menyapa kembali pecinta musik Indonesia lewat album bertajuk URBANOUSTIC.
Album kedua nya yang dirilis dibawah bendera Sony Music
Indonesia ini mencoba kembali ke akar musik sesungguhnya. "Kali ini
kami mencoba untuk ‘Back To The Music Roots’. "Kami ingin kembali ke
akar musik dengan memainkan musik bernuansa acoustical folk, blues dan rock ‘n
roll. Efek distorsi yang hadir menjadi lebih ringan serta tata musiknya menjadi
lebih melodis dari biasanya!" seru Roy menanggapi konsep album terbaru
Boomerang.
Lagu gacoan dialbum ini "Jelita (Kuingin)"
menguak hubungan antara pria dan wanita, tentang keinginan seseorang terhadap
pasangan hidupnya untuk bisa hidup selalu berdampingan dan berbagi cinta kasih
selamanya. Dengan meminimalisi distorsi gitar, lagu ini menjadi ringan dan
catchy sekali ditelinga ditambah hadirnya guest vocal wanita Rella Mart.
Melodi-melodi gitar yang keluar dari John Paul Ivan berpadu apik dengan vokal
Roy membuat lagu ini terasa kental dengan nuansa rock-ballad.
Selain lagu tersebut masih ada beberapa lagu lain yang tak
kalah patut diulik. Simak saja lagu "Pasti Ada Energi Lagi",
lagu yang membawa sisi optimisme ini bertempo middle dan terasa sekali lewat
vokal Roy yang basah dengan melodi-melodi yang mengalun santai. Belum lagi lagu
berjudul "Sehati", "Koma" dan "Nyanyian
Lembah Hijau" yang juga mesti disimak.
Dan tak kalah pentingnya, rasa nasionalisme arek-arek
Boomerang ini coba dituangkan lagi dalam sebuah lagu berjudul "Generasi
Baru". Memang bukan hal yang baru bagi Boomerang untuk melukiskan
kecintaannya pada bumi pertiwi Indonesia. Pada album-album sebelumnya pun
lagu-lagu yang bertutur nasionalisme sudah pernah disenandungkan. Namun uniknya
dilagu ini Boomerang mengajak seluruh pendengar musiknya untuk bersama-sama
mengikrarkan sebuah ‘sumpah baru’. "Kami generasi baru Indonesia,
Bertanah Air Satu, Tanah Air Tanpa Penindasan, Berbangsa Satu, Bangsa Yang
Gandrung Keadilan, Berbahasa Satu, Bahasa Kebenaran!"
Ke-15 lagu yang tedapat di album ini sangatlah berbeda dari
album-album yang pernah dirilis Boomerang sebelumnya. Menurut Boomerang, album
ini adalah penggabungan antara eksplorasi dan eksistensi, baik dalam pembuatan
komposisi dan pencarian ide-ide baru. Serta berani untuk keluar dari
jebakan-jebakan gegap gempita trend musik yang sedang membatasi industri musik
saat ini. Tak heran lagu-lagu yang lahir dari album ini banyak yang bersifat
"Urban".
Band yang dibentuk atas dasar kecintaan dan kegilaan keempat
personilnya atas musik ini total telah merilis 9 album termasuk dua buah album
‘the best’ dan acap kali dianugrahi penghargaan-penghargaan tingkat
nasional. Mereka berempat telah bersepakat dan berkomitmen untuk tetap bersama
berkarir dalam bendera Boomerang sejak tahun 1994. Dan sampai saat ini
penampilan mereka pun selalu ditunggu-tunggu para Boomers, para fans Boomerang
di seantero nusantara.
|