Terbaik Untukmu
Ibrahim Imran atau beken dengan Baim
semakin mantap karirnya di jalur musik ketika ia memutuskan untuk bersolo karir
di tahun 2002. Cowok ganteng kelahiran 31 Mei ini langsung unjuk gigi di album
pertamanya yang bertajuk Fresh. Lewat vokal rock-balladnya yang khas, Baim di
tahun 2004 merilis album keduanya berjudul Nafasku. Baim sebagai solois yang
juga produktif menulis lagu berhasil merebut perhatian pecinta musik untuk ikut
larut menikmati karyanya.
Setelah
dua tahun absen merilis album, di bulan Mei 2006 Baim kembali. Dengan album
ketiganya, album yang ia sebut sebagai album perubahan dirinya, Baim bercerita
tentang cinta, kehidupan, harapan dan bagaimana ia berdamai dengan egonya.
Inilah album yang Baim khusus bingkiskan untuk para pecinta musik, sebuah album
berjudul Terbaik Untukmu.
Kolaborasi Dalam Berbagai
Suasana
Terbaik
Untukmu menampilkan sosok Baim yang melebur dalam berbagai suasana. Dari
rock-ballad hingga country lengkap dengan sound akordionnya. Dengan tingkat
distorsi gitar yang lebih variatif semakin memantapkan ciri Baim yang lengket
dengan gitar. Kita juga disuguhi sound yang manis, paduan nan ritmis dari
permainan gitar dengan elemen-elemen musik lainnya yang membangun suasana.
“Album
ini adalah perubahan 180° dari musik Baim. Di album sebelumnya banyak lagu yang
‘Baim banget’ karena hampir semua lagunya aku yang arransemen. Untuk album
ini, aku berusaha untuk membuka diri berkolaborasi dengan beberapa sahabat musisi,” jelas
Baim.
Beragamnya
suasana di album ini terjadi karena keterbukaan Baim terhadap semua jenis musik.
Baim mengajak sahabat-sahabatnya untuk memberi warna pada albumnya. Sebut saja
Teguh, mantan personil Tiket, lewat karyanya memberi warna rock berbeda di album
Baim. Lalu Sandy, solois pendatang baru, datang memberi sebuah sentuhan lirik
yang segar. Dan Eross Chandra, penulis lagu mumpuni ini menulis dua buah lagunya
untuk Baim; “Janda 1 Anak” lagu
bertema kehidupan berirama country dan sebuah lagu mellow “Tak
Lagi Terluka“.
Single
pertama yang berirama rock-ballad, “Seperti
Yang Kumau”, merupakan karya Dewiq yang diaransemen bareng Baim dan Pay.
Liriknya bercerita tentang perubahan seseorang. Lagu ini membawa album ketiga
Baim dengan suasana yang berbeda. Denting piano lebih dominan dan kesan dramatis
semakin muncul lewat petikan gitar dibagian solo melodi. Lebih fresh dan trendy.
Baim membuktikan bahwa dirinya mampu berkolaborasi dalam berbagai suasana.
Sebuah Album Pembuktian Diri
Baim
Album
ini berisi sebelas lagu yang lima diantaranya merupakan karya Baim;
“Semoga Kau Bahagia”, “Paling
Tidak”, “Terakhir”, “Siapa Bilang” dan
“Tercipta Untukmu”. Dalam menulis lagu, Baim selalu mengandalkan mood
dan memanfaatkan momen yang tepat. Ini semua diambil agar lagu yang
dihasilkannya mengalir jujur dari hati. Contoh di album ini adalah lagu berjudul
“Terakhir” yang ia tulis saat menikmati indahnya hamparan rumput hijau di
sela-sela promo albumnya di
Australia
.
Proses
penggarapan album Terbaik Untukmu ini sudah dimulai dari tahun 2004. Pemilihan
single pertama bukan lagu karya Baim lebih didasarkan karena kompromi dengan ego
dan melihat trend yang ada. Di album inipun Baim tidak terlalu ngotot dan lebih
santai. Baim telah belajar banyak dan semakin matang. Baim ingin membuktikan
diri atas eksistensinya terhadap perkembangan musik di
Indonesia
.
Seperti
ucap Baim tentang album Terbaik Untukmu ini, “Terimakasih telah membuatku merasa berguna
dan membuatku semakin ingin menjalani proses pendewasaan diriku ini. Ku
persembahkan sebuah album yang lain daripada yang lain. Sebuah album terbaik
untuk dinikmati hanya untukmu, para pecinta musik
Indonesia
!”
|