Padi (Album):
|  |
| Artist: | Padi |
| Album: | Padi (Album) |
| View: | 3641 |
| |
| |
| |
| |
| |
| |
| |
| |
Padi
"Coolest
Album to watch in 2005" - Majalah Hai No. III
Layaknya matahari
menyapa pagi setelah malam, begitu pula semangat PADI yang kembali terbit
untuk melangkahkan kaki dengan album keempatnya. Setelah merilis Lain Dunia
(1999), Sesuatu Yang Tertunda (2001) sampai pada suatu tahap dimana Piyu,
Fadly, Rindra, Ari, maupun Yoyok merasakan kegelisahan dan ketakutan
yang dituturkan dalam album Save My Soul (2003), kini perjalanan mereka sampai
pada satu tahap penuh harapan. Kehadiran album keempat PADI di pertengahan 2005
ini dirasakan sebagai sebuah kelahiran kembali, sebuah resurection, sebuah awal
yang baru.
Album Keempat, Self-titled .
Proses penggarapan
album memakan waktu 1 tahun 10 bulan dan PADI menamai album ini dengan nama
dirinya sendiri, PADI. Ini tak lain karena PADI merasakan sebuah tahap kelahiran
kembali pada saat proses pembuatan album. Tahapan yang baru dirasakan seakan
menandai kembalinya semangat seperti awal-awal PADI mulai merintis karirnya
ditahun 1997.
Artwork album yang
cerahpun menemani sobat PADI menikmati lirik-lirik manis yang hidup kembali.
Berkisah tentang jatuh cinta, kebijaksanaan dalam menyikapi hidup dan keengganan
untuk stuck pada satu masalah. Semuanya dikemas dalam nuansa musik yang bright
dan tetap kental dengan musik khas PADI.
Simak saja Prolog
sebuah lagu yang mengawali langkah sobat PADI menikmati album ini. Lirik dan
lagunya ditulis oleh Piyu bercerita akan sisi optimisme setelah sebelumnya PADI
pernah mengalami masa-masa gelap, rasa bersalah dan terjebak dalam suatu problema.
Kisah romantisme
tentang seorang pilot yang tengah menjalin cinta dituangkan dalam lagu Siapa
Gerangan Dirinya. Pembangunan cerita yang dihadirkan dalam lagu yang ditulis
oleh Piyu dan Fadly ini layak diacungi jempol. Bercerita tentang seorang pilot
yang mempunyai sahabat korespondensi seorang wanita namun belum pernah ia temui.
Dan rasa penasaran yang ada di benak sang pilot tentang siapa gerangan wanita
yang memujanya itu tersiratkan dalam lagu ini.
Tradisi untuk menulis
lagu dari judul album sebelumnya kembali dilakukan PADI. Bila album ketiga berjudul
Save My Soul maka di album ini dihadirkan sebagai sebuah lagu. Liriknya full
bahasa Ingris dan ditulis oleh Fadly. Lagu yang bernuansa timur ini dihantarkan
dengan bebunyian tabla dan permainan sitar. Selain lagu Save My Soul, Fadly
juga menulis lagu Bukan Akhir Dunia. Lewat lagu ini PADI mengajak sobat PADI
yang tenggelam dalam jerat narkoba dan problematika hidup untuk segera bangkit
dan kembali semangat menjalani hari.
Untuk album ini
PADI berupaya sekali mencari sound yang lebih bright dan basah agar semuanya
seirama dengan lirik lagu. Simak saja lagu Menerobos Gelap dan Ternyata Cinta.
Walaupun masih dengan vokal khas Fadly yang mendayu namun bila dirasakan lebih
dalam musik yang tersaji amatlah mudah dinikmati.
Menanti
Sebuah Jawaban, theme song Film UNGU VIOLET Lagu Menanti Sebuah
Jawaban yang merupakan single jagoan album ini dijadikan theme-song untuk sebuah
film layar lebar UNGU VIOLET. "Ide lagunya muncul setelah aku membaca skenerio
film Ungu Violet," papar Piyu penulis lagu ini. Piyu juga menggubah score
untuk film layar lebar ini.
Skenario UNGU VIOLET
ditulis oleh Jujur Pranato ("Rini Tomboy", "Petualangan Sherina",
"Ada Apa Dengan Cinta") bercerita tentang kebesaran cinta dengan
segala misterinya. Dibintangi oleh Dian Sastrowardoyo ("Ada Apa Dengan
Cinta", "Pasir Berbisik", "Banyu Biru") dan Rizky
Hanggono. Digarap oleh sutradara Rako Prijanto yang pernah terlibat dalam Ada
Apa Dengan Cinta, Arisan, Eliana Eliana, Mengejar Matahari dan outcoming feature
film Gie. UNGU VIOLET diproduksi oleh Sinemart dibawah pimpinan Leo Sutanto
dan akan ditayangkan di layar lebar di bulan Juni tahun 2005.
Kolaborasi Penuh Optimisme .
Di album ini, PADI
berkolaborasi dengan musisi-musisi legend. Kita bisa menikmati keindahan permainan
piano Bubbi Chen, maestro jazz, yang bersinergi total pada interlude
lagu Elok. Permainan hammond yang apik dibesut oleh Abadi Soesman
hadir dalam lagu Tak Hanya Diam. Tepukan tabla dari Koussik Dutta yang
berpadu dengan bebunyian sitar menghantarkan lagu Save My Soul dalam pesona
timur nan aduhai. Dan untuk menghadirkan nuansa grande nan megah, iringan Infinito
Choir kembali hadir dalam lagu Prolog dan Ternyata Cinta besutan Piyu.
Hadir pula sang
maestro biola, Idris Sardi, menambah kaya nuansa yang dihadirkan lewat
gesekan biola serta orkestrasi pada lagu yang penuh ketenangan berjudul Masih
Tetap Tersenyum.
Menikmati album
ini seperti merasakan angin lembut yang membelai selepas badai. Nuansa optimisme
yang bersahaja hadir dominan di album ini. Lewat progresi-progresi kord yang
baru dan tanpa banyak bermain diperubahan tempo, beat-beat yang tersaji akan
mengantarkan sobat PADI bersentuhan dengan semangat yang ada. Rasakan dan nikmati,
sebuah proses kelahiran kembali.
Double Platinum
Album PADI resmi
diluncurkan pada 9 Mei 2005 dan sukses membukukan angka penjualan pertama (shipout)
lebih dari 300 ribu kopi. Untuk itu PADI berhak atas sertifikasi double platinum,
sebuah prestasi yang membanggakan, sebuah awal optimisme bahwa album ini sudah
ditunggu oleh para SOBAT PADI.
|
Release 2005