Whatever You Say
Terbentuk
pada bulan Maret 2003 dengan formasi yang masih seperti sekarang, yaitu: Reda
(vokal), Bony (gitar), Beny (gitar), Sandy (bass) dan Anton
(drum). Menamakan diri mereka sebagai SPEAKER 1st dan mencoba
menggoncang kancah musik Rock n Roll Indonesia lewat album perdana mereka
bertajuk "WHATEVER YOU SAY".
Aroma
Garage-Rock terasa sekali dalam album ini. Kegembiraan dan semangat anak muda
yang sedang gandrung-gandrung nya memainkan musik Rock N Roll. Habis tuntas
dibahas dalam 14 lagu karya mereka sendiri.
Sebagai
sebuah sapa perkenalan pada publik, raungan cadas gitar Rock N Roll ditampilkan
dalam first single berjudul "Tak Apa (Kau Yang Pinta)". Sejenak
membawa kita kembali ke era-70 an, seperti mendengarkan Led Zeppelin
versus Jimi Hendrix dengan kemasan sound British Rock yang lebih modern
dari Stone Roses.
Asal
mula terbentuknya band ini adalah ketidakpuasan Bony, Beny, Sandy yang
sebelumnya bersama-sama dalam band The Experimental Jet Set dan sempat
mengeluarkan satu album indie pada tahun 1999. Pada waktu itu band ini diperkuat
oleh Marcell Siahaan sebagai pemain drum yang akhirnya memilih untuk
menjadi penyanyi solo. Setelah band ini bubar mereka bertiga membentuk band
beraliran Rock N Roll yang diberi nama SPEAKER 1st. Sebenarnya
komposisi seperti sekarang ini sudah ada sejak tahun 2002 namun sempat vakum
karena Bony harus menyelesaikan tugas akhirnya di Fakultas Seni Rupa ITB.
Mengajak Reda yang mantan vokalis band indie legendaris Jakarta - Susu Putih,
SPEAKER 1st awalnya berencana untuk memainkan lagu-lagu The
Charlatans UK. Namun setelah mengenal satu sama lain, mereka lebih enjoy
memainkan Rock N Roll dan mereka pun sepakat untuk menulis lagu-lagu sendiri dan
tidak sekalipun membawakan lagu The Charlatans UK, bahkan tidak dalam latihan
sekalipun.
Nama SPEAKER 1st
dipilih karena mereka mencari nama yang memiliki
arti yang sama, baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris
("speaker"), agar lebih mudah diingat. SPEAKER 1st memiliki tujuan agar karya-karya mereka dapat dikenal seluas mungkin dan
bercita-cita agar karya mereka dapat dinikmati sampai ke luar Indonesia, tanpa
mengecilkan pasar Indonesia tentunya. Karena mereka sadar bahwa tidak mungkin
dikenal di luar negeri tanpa dikenal di negeri sendiri. Ternyata hal ini sedikit
banyak mempengaruhi mereka dalam menciptakan karyanya, terlihat dari jumlah lagu
yang berbahasa Inggris lebih banyak dari bahasa ibunya sendiri.
Dengan
kesempatan ini mereka berharap dapat memperkaya warna musik di Indonesia dan
memberikan nuansa yang berbeda di dunia musik kita. Rock N Roll Isn’t
Dead!!!
~*~
PROFIL
SPEAKER 1st
REDA - Vocal
Former Band : Susu
Putih
Occupation : Dosen
Desain Grafis
Almamater : FSRD
Itenas Bdg
Influence : Stone
Roses
BONY - Guitar
Former Band : The
Experimental Jet Set, The Dancefloor, Windblows
Occupation :
Interior Designer
Almamater : FSRD
ITB Bdg
Influence : Jimi
Hendrix, Led Zeppelin, AC/DC, The Datsuns, Black Crowes, Pink Floyd
BENY - Guitar
Former Band : The
Experimental Jet Set, The Dancefloor, Windblows
Occupation :
Graphis Designer
Almamater : FSRD
ITB Bdg
Influence : Stone
Roses, Led Zeppelin
SANDY - Bass
Former Band : The
Experimental Jet Set, Ralat
Occupation :
Consultant
Almamater : FH
UNPAD Bdg
Influence : Jaco
Pastourious, Jamiroquai
ANTON - Drum
Former Band : The
Beautiful Side, Brownies
Occupation :
Student
Almamater : FIKOM
UNPAD Bdg
Influence
: Lenny Kravitz, Led Zeppelin, The Doors, Louis Armstrong,
The Beatles, John Bonham
|