Ras Bebas:
|  |
| Artist: | Rocket Rockers |
| Album: | Ras Bebas |
| View: | 14536 |
| |
| |
| |
| |
| |
| |
| |
| |
Ras Bebas
Rocket Rockers, band asal Bandung yang sudah 6 tahun
malang melintang di scene independen. Setelah mengikuti 7 kompilasi dan 1
album, tahun 2004 Rocket Rockers dengan Sony Music Entertainment Indonesia.
Band yang juga disponsori oleh Volcom & Electric Sunglasses
ini, sudah sangat dikenal di dunia skateboarding/surfing di Indonesia. Hal ini
dikarenakan energi musik Rocket Rockers, sangat match dengan jenis
olahraga tersebut. College Punk. Begitulah awal mulanya mereka
mendeskripsikan musik mereka. Karena semua personel Rocket Rockers masih kuliah.
Tidak terpaku dengan istilah itu, band ini justru menyatukan ide-ide dari 5
personil menjadi satu, sehingga karya mereka menjadi variatif tetapi berada pada
line yang sama.
"Ras Bebas"
Adalah album kedua Rocket Rockers. Di album ini, Rocket
Rockers lebih melebarkan ramuan musiknya. Konsep yang semakin terarah, idealis
dan serius; sangat terasa di setiap lagu. Lirik lagu "Ras Bebas" yang
juga judul album, mengangkat tema yang lebih bermakna. Lagu ini mengajak
pendengar untuk percaya dengan warna kulit sendiri yang tidak untuk
mendikriminasikan ras lain. Karena tidaklah adil dan rentan konflik. Untuk itu,
"Ras Bebas" memiliki makna: "Bahwa semua ras, bebas
untuk membeli dan memiliki album ini tanpa ada batasan dan aturan yang mengekang".
Album ini terdiri dari 15 lagu yang memiliki beragam tema.
Seperti tema lingkungan pada lagu "My Sweater Gets Wet", tema
broken heart pada "Klassix", "December 16th",
"Terdiam", "Green Karma", tema kritikan pada
"Immorality President" dan "Bukan Solusi",
juga tema sosial pada "Save The Orphans", menjadikan album
Rocket Rockers kali ini lebih berbobot. Tidak sampai disitu, Rocket Rockers juga
mendaur ulang lagu "Pesta" dari Elfa’s Singer dan
tembang mereka sendiri "Tergila" yang di ambil dari single dari
album pertama. Menurut mereka, tahun 80’an merupakan influence terbesar dalam
menciptakan lagu, sehingga single "Pesta" dipilih untuk didaur ulang.
Pemilihan lagu ini merupakan pengungkapan bahwa Rocket Rockers tidak hanya
dipengaruhi oleh satu jenis musik saja. Selain itu, juga ditujukan untuk
me-rock-an musik pop dan menyambung sejarah dengan generasi sekarang yang belum
tahu lagu yang pernah hits tersebut dan merepresentasikan kembali kepada
generasi baru.
Cover album di desain oleh Made Blat, seorang seniman grafis
asal Bali. Warna cover yang dominan pink, merupakan suatu ‘bentuk
pemberontakan’ terhadap patern bahwa musik rock harus ‘hitam’. Dan
mereka mendobraknya. Pink merupakan warna yang indentik dengan tahun 80’an
yang penuh dengan shocking colors, juga merepresentasikan influence
Rocket Rockers. Sedangkan gambar badan yang dibelit oleh pita kaset dan mencoba
untuk dilepaskan, merupakan symbol, bahwa sudah tidak boleh ada lagi pengekangan
bermusik di Indonesia. Ras Bebas adalah tentang energi pembebasan.
ROCKET ROCKERS HISTORY
Rocket Rockers lahir pada tahun 1998 dengan nama awal Immorality
President (Firman guitar/voc, Aska guitar/voc, Bisma bass/voc, Doni drums),
namun nama itu hanya berjalan sekitar 1 tahun saja, karena vokalis yang pertama
keluar karena satu dan lain hal. Sehingga pada tahun 1999 para personelnya masih
mencari vokalis, dan akhirnya mereka mendapatkan seseorang yang bernama Ucay
yang baru saja keluar dari band skate rock terdahulunya New Kicks On The
Board. Setelah Ucay masuk, nama Immorality President berubah menjadi
Rocket Rockers dengan pertimbangan membuat image baru yang lebih fresh.
Terciptalah Rocket Rockers dengan formasi awal: (Aska guitar/voc, Ucay vocal,
Bisma bass/voc, Doni drums). Dengan formasi 4 personel, Rocket Rockers
memulai dari bawah. Menjadi band seleksian untuk mendapatkan panggung, menjadi
bagian paling memorable, dimana mereka merasakan jerih payah sulitnya
mendapatkan panggung di kota sendiri (Bandung). Berbagai penolakan dari
acara-acara yang dimasuki menjadi cambuk bagi mereka untuk terus keep on the
line dan tidak mengikuti trend musik yang sedang hype waktu itu,
karena musik yang Rocket Rockers bawakan masih jarang bergema di
panggung-panggung bawah tanah dan pensi-pensi. Sampai akhirnya mereka
membutuhkan 1 lagi personil untuk mengisi posisi guitar agar lebih harmoni. Lalu
masuk Lope mengisi posisi rhythm. Dengan formasi berlima, merekapun mulai
dikenal di berbagai acara kampus, pensi dan underground (walau Rocket Rockers
tidak mengklaim diri sebagai band underground, karena mereka hanya ingin bermain
musik, that’s it ). Namun mereka sangat dekat sekali dengan semua
komunitas/scene independent dikotanya maupun diluar kota, sehingga banyak link
yang mensupport propaganda mereka. Salah satunya dengan masuknya Rocket Rockers
ke kompilasi-kompilasi seperti Fallen Angel, Still Punx, Still Sucks!, No
Place To Get Fun, Bad Tunes And Some Ordinary Things, Ripple (Demo) #8, New
Generation Calling, Hati Keccil (vcd bmx). Rocket Rockers juga sempat
menjadi salah satu band pembuka Skin Of Tears (band punkrock asal Jerman)
di Dago Tea House Bandung.
Sampai akhirnya pada tahun 2001 ketika mereka main di acara
Bazzar SMU Taruna Bakti Bandung, aksi panggung mereka dilirik oleh Robin Malau
(mantan gitaris band hardcore legendaris: Puppen). Robin pada waktu itu
menawarkan Rocket Rockers untuk menjadi band perwakilan Volcom, karena
Puppen yang pada saat itu disponsori oleh Volcom Indonesia akan bubar jalan.
Kontan mereka cukup shock dengan penawaran tersebut, karena tidak menyangka sama
sekali. Jalan sudah terbuka, dan mereka berpikir inilah saatnya untuk maju ke
level berikutnya. Rocket Rockers-pun mulai dikenal di komunitas skateboard
seiring seringnya mereka main di acara skateboarding seperti acara Volcom itu
sendiri, kejuaraan Indonesia Skateboard Association (ISA), dll. Hampir sekitar 6
bulan jalan dengan di-endorse oleh Volcom, akhirnya Rocket Rockers resmi
kontrak dengan Volcom Indonesia pada tanggal 1 Juni 2002. Belum sebulan setelah
resmi kontrak dengan Volcom, Rocket Rockers juga mendapat kontrak sponsor dari
produk kacamata skate/surf Electric sunglasses.
Pada bulan Agustus 2002 akhirnya Rocket Rockers mengeluarkan
album pertamanya yang bertitle "Soundtrack For Your Life"
dibawah label indie Off The Records. Album "Soundtrack For Your
Life" cukup mendapatkan respon yang luar biasa dari berbagai kalangan.
Sampai suatu saat, single lagu "Finishkan" menjadi No.1 beberapa
minggu di chart indie Radio Prambors. Berbagai media masa cetakpun
memprediksikan Rocket Rockers menjadi "The Next Big Thing" (Hard
Act To Follow Next Year) bersama Superman Is Dead, The White Stripes, The
Hives dan The Vines –Majalah HAI No.45 11 Nov 2002-. Juga beberapa media
massa seperti Boardriders, Ripple Magazine, Pause Magazine, Gadis, Kawanku,
Pikiran Rakyat, dll mulai banyak mengulas Rocket Rockers. Untuk video clip,
Rocket Rockers memilih single "Tergila" garapan Cerrahati dan
sudah tayang di MTV. Pensi-pensi sampai acara independent-pun banyak mengundang
Rocket Rockers untuk menjadi bagian dari acara. Sampai akhirnya gaung Rocket
Rockers mulai merambah ke luar kota dan pulau. Sebutlah Jakarta, Bekasi, Subang,
Pandeglang, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, sudah dilalui dan undangan dari
Medan, Bali, Balikpapan, Ujung Pandang, Singapore terus meramaikan e-mail dan
guestbook di website. Melihat demand yang semakin tinggi terhadap Rocket
Rockers, membuat mereka harus menjalankan band dengan profesional, sampai
akhirnya bergabung dengan Soda Music Development bersama Burgerkill.
Tata management yang rapih dan profesional sudah dilaksanakan Rocket Rockers
untuk berbagai kepentingan seperti negosiasi acara, masuk kompilasi, soundtrack,
merchandise, sponsorship sampai website.
Setelah album pertama sukses di pasaran hingga mencapai angka
10.000 copy lebih, bulan Agustus 2003 Rocket Rockers habis kontrak dengan Off
The Records. Namun sayang, Off The Records tidak dapat memenuhi kewajibannya
kepada Rocket Rockers, malah semakin mis-komunikasi. Lalu di akhir 2003, Doni
(drummer) resmi mengundurkan diri dari Rocket Rockers untuk menyelesaikan
studi-nya. Posisi drum lalu di ganti oleh Ozom (Khrisna) dan menjadi personel
tetap. Ozom sempat juga aktif membantu di beberapa band seperti Killed By
Butterfly, Authority, Marvel, LBL, dll. Dengan modal
seadanya akhirnya Rocket Rockers membuat 5 lagu demo live untuk merilis E.P
mereka sendiri dengan records sendiri. Namun tanpa di duga, akhir tahun 2003
Sony Music memberikan tawaran untuk merilis album. Rocket Rockers akhirnya resmi
kontrak 6 album dengan Sony Music. Sampai akhirnya keluarlah album ke 2 mereka
yang ber-title "Ras Bebas" berisikan 15 lagu. Informasi
terakhir, website Rocket Rockers juga sudah masuk ke dalam punkrock.org
bersama band-band international lainnya.
Discografi:
- Still Punx Still Sucks ( Melodic Punk Compilation ) –My Own Deck/Ryan’s
Records- Cassette
- Fallen Angel Magazine + Demo –CD & Cassette
- No Place To Get Fun ( Compilation ) –No Label Records-
- Bad Tunes and Some Ordinary Things ( Melodic Punk Compilation ) –My Own
Deck- CD
- Ripple Magazine #8 + Demo Cassette
- Hatikeccil (vcd bmx)
- Rocket Rockers "Soundtrack For Your Life" –Off The Records-
Cassette
- New Generation Calling ( Compilation ) –Spills Records- Cassette
- Rocket Rockers "Ras Bebas" –Sony Music- CD/Cassette
Rocket Rockers are:
Aska – Guitar/Vocal
Al a.k.a Ucay – Vocal
Bisma – Bass/Back Vocal
Lope – Guitar/Back Vocal
Ozom – Drums/Back Vocal
|