Curahan Hati
Masih ingat dengan tiga bersaudara, anak-anak dari Tetty Kadi, penyanyi kenamaan era 70’an. Ya, iNu, MHAla, TAntra yang tergabung dalam NUMATA, yang mempunya talenta berbeda. Tiga tahun lalu mereka merebut perhatian publik lewat debut album berjudul Dengar Numata, sebuah album pop yang melejitkan hit single berjudul Jangan Katakan. Kini di April 2007 mereka merilis album kedua bertajuk namanya sendiri. Musik yang diusung masih mempunyai benang merah dengan album sebelumnya, yaitu easy listening, melodius, dan masih bercerita tentang cinta, tema yang sangat universal. Tapi tentu saja ada banyak perubahan baru yang menyegarkan. Cara bermain musiknya lebih berkembang, dimana sekarang lebih banyak isian gitar dan lebih ngeband, walhasil porsi digital alias sampling dikurangi. Aransemen musik pun tidak melulu pop, tapi melebar dengan adanya sentuhan rock. Bagi yang akrab dengan album pertama, sajian musik yang sekarang mungkin membuat terhenyak, kok musik Numata jadi begini? “Jujur tiga tahun banyak hal menakjubkan terjadi pada kami bertiga, atau istilah kerennya Numata mengalami banyak pencerahan. Kami nggak akan maju kalau masih melakukan hal yang sama, maunya tiap album yang dirilis terasa fresh terus, menawarkan sesuatu yang baru, beda dengan album-album sebelumnya. Tapi percaya deh ‘Numata’-nya masih tetap ada, karena masih kami bertiga yang menggodok materi, melodi, lirik, hingga aransemen, “jelas Mhala panjang lebar. PROSES REKAMAN YANG SANTAI Penggarapan materi album ini dirasa Numata sangat santai dan mengalir. Proses penciptaan lagunya kebanyakan spontan, hasil ngulik pengalaman sendiri dan curahan hati teman-temen mereka. Tak kurang 15 demo lagu dikirimkan ke A&R SONYBMG dengan sukses tanpa melalui proses ‘penolakan.’ Materi kemudian terseleksi menjadi 10 lagu dan langsung digodok di studio di Bandung selama empat bulan. Penggodokan ini sangat intense, sehingga bila satu lagu sudah terasa nyaman didengar, baru ‘dibungkus.’ Proses mixing di Jakarta pun tak luput dari perhatian mereka. Dengan suka hati mereka tongkrongi studio, sekaligus belajar how to make a good sound. Selain mereka bertiga, ada juga keterlibatan additional musisi yang tak lain teman-teman baik mereka yang setia mensupport saat manggung. Salah satunya, Diat, gitaris Yovie and The Nuno, yang ngisi gitar di 6 lagu. CURAHAN HATI – The First Single Lagu Curahan Hati yang terdapat di track kedua, didaulat menjadi hit single. Sebuah lagu ballad, berlirik simpel tentang kekecewaan seseorang terhadap pasangannya karena hubungannya yang tidak berbalas dengan tulus. Padahal pepatah bilang It takes two to tango bukan? Jadi judulnya Curahan Hati (curhat), karena seolah olah si tokoh sedang cerita dengan pasangannya, kenapa sih begini jadinya? padahal aku sudah memberi semuanya secara tulus buat kamu, kurang lebih begitu. SERUNYA DUET DENGAN TETTY KADI & AUDY Sejak awal penkonsepan album, Numata memang merencanakan untuk punya duet dengan artis lain. Tapi masih bingung dengan siapa. Suatu hari mereka gonjreng gonjreng membuat lagu baru di studio rumah, sang Ibu (Tetty Kadi) tiba-tiba ikutan menyanyi, sing a long melodi-nya. Begitu mereka dengar bersama terasa pas, jadilah sang ibu didaulat menyumbang suara. Setelah itu barulah liriknya dibuat. Judulnya Penjaga Hati, isinya tentang hubungan seorang ibu yang dengan tulus menjaga anaknya. Kemasan lagunya dibuat dramatic rock-ballad. Yang menarik, Tetty Kadi take vocal dengan colour suara seperti saat dia gadis. Jadi orang tidak akan mengira kalau Numata berduet dengan penyanyi usia paruh baya. Untuk rekamannya, Tetty Kadi menyelesaikannya dengan instant, tidak sampai 2 kali take dengan hasil sempurna. Ini menunjukkan kalau Tetty Kadi adalah penyanyi yang mumpuni, dan Numata sebagai anak-anaknya sangat bangga kepadanya. Sementara itu Numata juga tampil berduet dengan Audy dalam lagu bertajuk Kesalahan Indah. Kolaborasi ini berawal saat Numata tampil bareng Audy di Perth Australia. Dari situ Numata membantu Audy membuatkan lagu untuk album Audy - 2003, yaitu hit berjudul Pergi Cinta. Kini giliran Audy yang menyumbang suara. Liriknya sendiri bercerita tentang hubungan yang tabu dilakukan, tapi terasa indah ketika melakukannya secara sembunyi-sembunyi. Musik lagu ini dikemas vintage, rock-mantic, dan lirih sekali, sesuai dengan karakter suara Audy yang menurut Numata jago meng-intepretasi-kan sebuah lagu. Dari sepuluh lagu yang ditampilkan di album, ada lagu unik di track keenam, berjudul Raja Jatuh Cinta. Sound-nya sekilas mirip irama dangdut tapi dengan sound modern. Kenapa semi dangdut? Soalnya Numata percaya kalau kuping orang Indonesia mau dibombardir dengan lagu hip-hop, acid jazz dan influence lainnya dari luar, ujung-ujungnya root- nya akan melayu. Dan dangdut memang telah menjadi identitas di negeri ini. Jadi dengan melodi yang ear catchy,up-beat tempo, lirik yang sederhana, mudah-mudahan bisa menjadi lagu yang enak untuk sing-a-long. Lagu yang menarik lainnya adalah Digenggam Surga. Dikemas akustik, dengan isian gitar saja. Liriknya tentang seseorang yang sedang merasakan cinta...indahnya seperti serasa digenggam surga......poetic, and happy. Simak juga Aku Percaya yang menonjolkan harmonisasi suara dalam kemasan light-rock, up tempo dan energetic. Dengarkan mereka bertutur tentang indahnya cinta yang harus diakhiri dalam Mencoba Bertahan. Merasakan pahitnya Putus dengan sentuhan R&B. Atau sekedar mendengarkan penyesalan dalam ballad Ingatkah Diriku. TENTANG COVER Berbeda dengan album pertama yang lebih calm dengan dominasi warna coklat. Album sekarang konsepnya bright untuk menunjukkan Numata yang sekarang dengan energi dan semangat baru. Jajaran foto-foto candid dalam pose yang apa adanya, sedang bercanda dan tertawa menunjukkan kedekatan antara kakak adik. Hasilnya cover ini memberi kesan playful dan sincere, TENTANG NUMATA Terbentuknya Numata pada medio Juli 2002 di Bandung dengan formasi: Tantra (piano), Mhala (vocal), dan Inu (drum dan gitar). Selain membuat rekaman album, kini mereka mengembangkan sayap dengan menjadi pencipta lagu. Sejak Maret 2006 mereka tergabung dalam Publishing SONYBMG, dimana karya-karyanya sudah banyak yang beredar di pasaran. Diantaranya: Audy – Pergi Cinta ( 2nd single, album 23-03) , Terry – Kepingan Hati ( 2nd single, album Terry), Pinkan Mambo duet with Delon – Satu, Hanya Kamu ( album Pinkan Mambo- Aku Tau Rasanya ) dan Judika – Aku (Album Judika). Ada juga penyanyi dari Malaysia bernama Anuar Zain. Dengan segudang talentanya Numata akan terus dan terus berkarya, menjadi bagian perwajahan musik tanah air. PERSONAL DATA
Nama lengkap : Duhita Panchatantra Nama panggilan : Tantra / Tata Tempat tanggal lahir : Bandung, 3 November Tinggi / berat badan : 153 cm / 42 kg Pendidikan : Sarjana S1 Arsitektur - UNPAR Anak ke : 1 dari 6 bersaudara Hobby : Kopi / Jalan2 / Nonton Hal yang disukai : Liburan Hal yang dibenci : Ketika tidak ada kepastian Warna favorit : Hitam / Putih / Maroon Musisi idola : David Foster Acara TV favorit : Acara Musik / Infotainment Jenis film favorit : Romantic ComedyBacaan/ buku favorit : Da Vinci Code / Sun Tzu Binatang kesayangan : Anjing Nama lengkap : Simhala Avadana Nama panggilan : Mhala Tempat tanggal lahir : Bandung, 15 Desember Tinggi / berat badan : 178cm / 72kg Pendidikan : Sarjana S1 Arsitektur UNPAR Anak ke : 3 dari 6 bersaudara Hobby : Kopi / Olahraga / Barbeque / Nonton Hal yang disukai : Berteman Hal yang dibenci : Dibohongi Warna favorit : Putih / Hijau Musisi idola : Brian McKnight / Justin Timberlake Acara TV favorit : MTV / Animal Planet / Discovery Tours & Travel Jenis film favorit : Semua Bacaan/ buku favorit : Yang bergambar Binatang kesayangan : Anjing
Nama lengkap : Mahavira Wisnu Wardhana Nama panggilan : Inu Tempat tanggal lahir : Bandung, 12 Agustus Tinggi / berat badan : 178 cm / 54 kg Pendidikan : Mahasiswa UNPAR Anak ke : 5 dari 6 bersaudara Hobby : Nonton / Kopi Hal yang disukai : Tidur Hal yang dibenci : Dibohongi Warna favorit : Hijau / Cokelat Musisi idola : Max Rami Acara TV favorit : Acara Musik Jenis film favorit : Horror Bacaan/ buku favorit : Buku Pelajaran Binatang kesayangan : Anjing
Download Kode RBT: |