"It's a dream
come true! I've waited so long for making this dream into reality, dan Alhamdulillah
setelah sekian lama akhirnya nyata juga mimpi ini."
Demikian Nuraini
Sukoningrum yang akrab dipanggil Nina mengungkapkan perasaannya mengenai
debut album solonya yang dirilis pada 6 Mei 2005. Boleh dibilang album ini adalah
album yang tertunda, karena sebenarnya tawaran dari SONYBMG, label yang
menaunginya, untuk meluncurkan album solo sudah datang beberapa tahun silam.
Karena sudah mempunyai komitmen dengan Warna bahwa merilis album solo dilakukan
setelah album ketiga Warna, Nina pun teguh dengan janjinya. Setelah Warna merilis
album The Best Of Warna yang notabene adalah album ketiga di tahun 2003, Nina
pun bersiap solo karir. Keputusannya tak tanggung-tanggung, agar lebih fokus
terhadap albumnya ia rela meninggalkan Warna, kelompok vokal tempat ia tergabung
selama lebih dari sebelas tahun.
ALBUM
KOLABORASI DENGAN ORANG-ORANG PENUH CINTA
Proyek album solo ini dikerjakan dalam waktu dua tahun. Nina beruntung dikelilingi
oleh para sahabat dan teman dekat yang siap membantu mendukung karirnya. Sebut
saja Andi Rianto yang dulu menjadi murid ayahnya, Tamam Hoesein, Yovie
Widianto, Tohpati 'bontot,' Rieka Roslan, Dewiq, Erwin, Echa & Emil, dan
banyak lagi.
Meski sudah matang
di dunia tarik suara melalui kiprahnya dengan Warna, Nina merasa perlu untuk
memoles vokal altonya dengan coaching pada sejumlah guru, mulai dari Doddy Is,
Tony Sianipar, Ubiet, hingga Elfa Secioria.
"Terbiasa
menyanyi dalam satu grup, dan kini harus menyanyi sendiri tentu saja membutuhkan
penyesuaian. Makanya vokalku musti lebih mantap, "jelas penyanyi yang mengidolakan
vokalis alto Astrud Gilberto itu.
Debut album berjudul
namanya sendiri ini menampilkan 10 tembang dengan muatan pop, genre musik yang
mudah diterima oleh segala kalangan. Musiknya easy listening, mengalir dengan
rileks. Simak saja lagu Ya...Ya...Ya ...(Aku Bahagia), ciptaan Dewiq,
yang didaulat menjadi single pertama. Musiknya ringan dan liriknya pun mudah
diikuti. Atau dengarkan lagu yang iramanya sedikit up tempo dalam lagu Percuma.
Sedangkan mau yang sedikit rasa-rasa swing, bisa dicicipi di lagu Di Sore Nanti,
yang sarat dengan dentingan piano. Tak ketinggalan Tamam Hoesein turut andil
dengan menyumbangkan lagu berjudul Kembali Padamu. Untuk video klip Ya...Ya...Ya...
(Aku Bahagia), pembuatannya dipercayakan kepada sutradara Deddy Nur dengan model
klip Anjasmara, yang tak lain adalah teman SMU-nya.
"Dulu Anjas
pernah bilang kalau dia mau bantuin proyek soloku. Jadi sekarang aku tagih,
dan dia tidak punya alasan untuk menolak, " jelas penyanyi kelahiran 29
Maret 1975 itu sambil tertawa.
Selama masa persiapan
album, Nina diendorse oleh Louis Vuitton, dimana Nina memakai koleksi pakaian
dari merk internasional tersebut dalam penampilan di video klipnya. Bagi Nina,
hal ini adalah suatu kepercayaan dan tentu saja membanggakan.
Nina yang dulu
dan yang sekarang masih sama. Gayanya masih eclectic, kadang girly,
di lain kesempatan tomboy, pokoknya kemana mood mengalir. Yang pasti sekarang
Nina sedang menuju kedewasaan baik dari segi kepribadian maupun karir. Nina
berharap album ini bisa dinikmati bersama.
PERJALANAN KARIR
Perjalanan karir penyanyi kelahiran 29 Maret ini cukup panjang. Berayahkan musisi
senior Tamam Hoesein, Nina kecil sudah dikenalkan dengan alat musik piano. Andi
Rianto adalah teman seangkatannya saat ikut les piano. Ia juga ikut dalam berbagai
ajang lomba menyanyi. Tahun 1989 Nina meraih Juara I Pesta Musik YMI Jakarta,
dan pada tahun 1992 ia menjadi anggota County Chorus di Easton, AS
Sebelum terjun sebagai penyanyi profesional, Nina pernah menjadi presenter 'Ekspresi',
sebuah tayangan infotainment remaja dari sebuah TV swasta di tahun 1994. Tugasnya
sebagai seorang presenter mengharuskan dia untuk meliput berbagai acara musik
dari penyanyi kondang luar negeri seperti Spice Girls. Lucunya dia justru menolak
kesempatan itu karena lebih memilih untuk latihan vokal dengan Warna yang ditahun
yang sama terbentuk. Nina sempat juga main sinetron dimana ia menjadi pemeran
utama sebagai tokoh antagonis. Baru beberapa episode dijalani dia memutuskan
berhenti dengan alasan tidak betah menunggu lama saat syuting.
Pilihan hatinya
memang di musik. Dia pernah punya band cafe arahan James F Sundah namanya
'Oh No.' Band bernama unik itu beranggotakan cowok semua kecuali dia. Disitu
ada Nugie, Ridho (Slank), Gerry (Alf). Keluar dari band itu, Nina membentuk
band baru bersama Tony Gunawan dan Anto Hoed. Dengan alasan ingin konsentrasi
kuliah akhirnya Nina memutuskan untuk berhenti nge-band dan fokus di Warna saja.
Bersama Warna yang beranggotakan Dea (sopran), Ria (mezzo sopran), Nina (alto),
Sarwana (tenor), dan Stephen (bariton), merilis tiga album. Kelompok vokal ini
meramaikan ranah musik tanah air dengan lagu-lagu hitnya. Sebut saja seperti
lagu Oh Cinta, Rindu Ini, Dalam Hari Saja. Mereka juga sukses dalam ajang kompetisi
internasional melalui lagu Haruskah yang menjadi Juara I pada 3rdPhillippines
International Songwriting Competition.