Happy Sunday
“Sebuah
proses pendewasaan dalam berkarya. Bentuk pendekatan baru dan inspiring
dalam mengemas karya musik”
Happy Sunday
menjadi wahana bagi Glenn Fredly
dalam memancarkan spirit barunya dalam memandang kehidupan secara global melalui
media musik. Tanpa perlu berpanjang kata. Kita bisa langsung simak lagu
jagoannya berjudul Happy Sunday feat.
Baron. Aroma dance- house beat mengkombinasikan
semua unsur dinamis dalam lagu ini. DJ Sumantri yang bertanggung jawab sebagai
arranger mampu meramu musik sehingga menghasilkan hook
–hook yang catchy. Munculnya
Baron memberikan greget rock tersendiri lewat riff-riff gitarnya.
“Gue
bukannya pengen sok happy. Tapi
berusaha untuk tetap menikmati hidup yang makin hari makin susah dan gila. Hari
Minggu adalah hari sempurna buat gue, karena hari Minggu adalah waktu bagi semua
orang untuk santai melepas lelah. Dan spirit
sunday inilah yang gue harapkan ada di hari-hari yang lain,” jelas Glenn
panjang lebar mengenai lagu Happy Sunday.
Spirit
Happy Sunday ini jelas terpancar dalam sampul albumnya. Sampul depannya
ditampilkan pose Glenn bernyanyi dengan
gaya
retro look. Sementara itu pada
halaman dalam terlihat pose santai Glenn dengan instrument gitar dan piano,
berlatar belakang Monas dan gedung pencakar langit yang bermandikan cahaya
matahari. Adapun di video klipnya, ditampilkan Glenn dengan serombongan anak
kecil dengan segala tingkah polah kepolosan dan kelucuannya.
Kembali
ke album. Sebagai penyanyi solo sekaligus musisi, Glenn merasa pencapaiannya
selama ini tak lepas dari kiprah para musisi pendahulunya. Banyak inspirasi
musik yang ia serap dari mereka. Untuk itulah Nyong Ambon ini merasakan
perlu dan pentingnya spirit regenerasi musik dalam bentuk mengangkat kembali
karya lama dari musisi sebelumnya.
Maka
dipilihnya karya dari musisi Gombloh dengan membuat interpretasi karyanya yang
fenomenal berjudul Kugadaikan Cintaku.
Ditangan Irwan Simanjuntak sebagai arranger, lagu ini dibesut dengan
gaya
reggae yang santai namun eksploratif. Menampilkan RAS Muhammad, penyanyi muda
Indonesia
yang mengibarkan kembali genre dancehall reggae.
Di
album ini, nampak bahwa Glenn sedang in
the mood for rock music. Tak hanya di lagu Happy Sunday yang terdengar nafas
rocknya, tapi juga di lagu Naksir Beratz.
Kali ini Glenn mengemas musik rocknya dalam format modern dance rock. Walhasil
beat-beat funk disco yang nge-groove digeber habis. Apalagi ditunjang dengan
lirik yang lugas dan nakal. Klop banget!
Ada
satu persembahan khusus
dari Glenn berjudul RRP Anthem Feat.
Rejoz & Dewi Sandra. RRP
merupakan singkatan dari Rame
Rame People, sebutan untuk penggemar Glenn. Sebagai anthem,
Glenn memilih musik tanah leluhurnya sebagai background, yaitu permainan perkusi yang ritmis. Sebagai aksen, ia
menambahkan permainan stomp (ensemble
perkusi) yang dikombinasikan dengan saxophone. Mau tahu darimana efek stomp-nya
dihasilkan? Dari permainan tepukan sejumlah ember yang direkam di kamar mandi.
Khusus di lagu ini Indra Lesmana didaulat untuk menggarap proses mixingnya.
SETIA
DENGAN BALLAD
Jangan
kuatir untuk tidak menemukan lagu-lagu trademark
Glenn yang puitis ballad. Ada
Kisah Yang Salah yang harmonis dengan
ilustrasi orkestrasi nan apik. Atau Ksatria
Cinta, ballad yang simple, dengan dentingan gitar dari Dewa Budjana. Jangan
lewatkan pula melodi manis berlirik menyanyat hati dalam Kalah dan MJ (Masih Jomblo).
Glenn beserta timnya cermat dalam memilih progresi kord sehingga tidak terjebak
dalam ballad yang ‘itu itu’ saja.
PEDULI
LINGKUNGAN
Tak
melulu berkutat dengan musik, Glenn pun peka dengan issue
lingkungan yang saat ini sedang santer, apalagi kalau bukan global
warming. Sebagai bagian dari masyarakat dunia Glenn sadar akan pentingnya
untuk terlibat dalam penyelamatan bumi. Ajakannya untuk terus mencintai
lingkungan dimasukkan dalam lagu berjudul Sayangi
Bumi Hari Ini. Adapun wujud nyatanya adalah dengan menjadi penggagas konser “Soul For Indonesian Earth” yang digelar di Istora Senayan
Jakarta pada 7/7/2007.
Issue sosial
lain yang diangkat adalah lagu berjudul 45,
sebuah sentilan untuk para penguasa negeri ini. Sesuai
dengan judul lagunya, maka musik yang diangkat pun bernuansa vintage
ala big band jazz. Nikmati komposisi brass dan horn
section yang dinamis. Mengingatkan kita pada penyanyi era Coleman Hawkins
atau Benny Goodman. Simak
liriknya yang menggelitik, “Apakah kita harus hidup seperti sebelum tahun 45, pastinya aku tak
mau, kebebasan hati dan bicara lantang tentang cinta itu yang kita mau…..”
Akhirnya,
ibarat seorang chef, Glenn menyajikan set menu lengkap dengan variant-nya.
Tinggal penikmatlah yang bebas menentukan sesuai seleranya.
With
Love’ n Respect.
*****
Glenn
Fredly Deviano Latuihamallo, pemuda berdarah Ambon kelahiran
Jakarta
30 September 1975 ini menyimpan bakat seni yang kental sejak masih bocah.
Berbagai juara menyanyi ia sabet sejak duduk di bangku SD. Prestasinya pun
semakin cemerlang dengan menjadi juara
I Grand Final CIPTA PESONA BINTANG di RCTI tahun 1995, Finalis ASIAN SONG
FESTIVAL tahun 1996. Bahkan mengantongi 3rd Prize International Song
Festifal ‘Asia Dauzy’ di Rusia dan Best of The Best Singer di Festival 'ASIA
DAUZY' di Rusia, yang diikuti 22 negara Asia, Eropa, Amerika, dll
di tahun 2001. Namanya pernah
dikenal publik melalui grup FUNK SECTION
dimana ia bertindak sebagai lead vocal,
sebelumnya akhirnya mantap bersolo karir dan kini telah merilis enam album.
Album ketiganya yang berjudul Selamat Pagi, Dunia! yang dirilis bulan April 2003
secara tidak dinyana mendapat sambutan hangat oleh publik dan sukses me
nc
uatkan hit seperti Terpesona, Januari, dan Sekali
Ini Saja. Album ini masuk jajaran best
seller. Sukses lebih besar lagi didulang lewat album Selamat Pagi, Dunia!
(Repackage). Disusul kemudian
album soundtrack Cinta Silver yang mendapat sambutan tak kalah hangatnya. Hingga
kini Glenn telah membukukan angka penjualan ratusan ribu kopi. Glenn juga
mendapat predikat the hit maker,
dimana karya-karyanya untuk orang lain pun selalu me
nc
etak hit.
*****
|